Agen Ibcbet Indonesia Review As Roma 2012-13

AS Roma v ACF Fiorentina - TIM Cup

Review As Roma 2012-13

Agen Ibcbet Indonesia – Jika ada satu hal yang fans Roma pelajari musim 2012/13, adalah berhenti berharap. Setelah kegagalan eksperimen Luis Enrique, Zdenek Zeman dikontrak setelah musim briliannya bersama Pescara untuk membawa Zemanlandia kembali ke Roma. Manajemen Giallorossi begitu bersemangatnya sampai mereka mengikat il Boemo selama dua musim, tidak seperti biasanya yang satu musim.

Musim ini dimulai dengan tidak meyakinkan dengan satu gol akhir laga Nico Lopez menghasilkan hasil seri di laga perdana melawan Catania, namun kemudian terjadi kehebohan di ibukota setelah Inter ditaklukkan di San Siro musim berikutnya. Kehebohan itu tidak berlangsung lama, butuh sebulan lebih sebelum Roma menang lagi (di lapangan paling tidak, karena mereka dihadiahi kemenangan 3-0 melawan Cagliari). Tidak ada masalah mencetak gol sama sekali karena gol-gol lancar tercipta di kedua ujung lapangan, namun juga tidak ada konsistensi, dan harapan tinggi di awal berubah jadi rasa frutrasi melihat kesalahan yang sama terus terulang di berbagai laga.

Hanya setelah 12 pertandingan, Zeman mulai mendapat tekanan, dengan Roma kalah dari Lazio lagi dan mendekatkan mereka dengan zona degradasi alih-alih zona Liga Champions. Mood sebelum jeda musim dingin jauh dari optimis meskipun Roma menang lima dari enam laga mereka berikutnya, termasuk dua kemenangan spektakuler 4-2 atas Fiorentina dan Milan yang memberi harapan bahwa Zemanlandia sedang tercipta dan Roma pun mengakhiri tahun lalu empat poin dari posisi kedua.

Sayangnya bagi Roma dan Zeman, tahun 2013 langsung diawali dengan buruk. Giallorossi hanya mendulang dua poin dari lima laga berikutnya dan setelah seri 3-3 melawan Bologna, Roma dihancurkan 2-4 di kandang oleh Cagliari. Beberapa suporter masih menaruh harapan pada Zeman, namun sebagian besar sudah minta dia mengundurkan diri. “Via il boemo”, tulis sebuah spanduk dalam  laga itu, dan esoknya manajemen Roma memutuskan memecat pelatih itu untuk menyelamatkan musim Roma dan menggantikannya dengan Aurelio Andreazzoli.

Meski di beberapa pertandingan bermain bagus, utamanya menang 1-0 atas Juventus, Roma besutan Andreazzoli kadang terlihat cepat buntu saat menyerang dan kurang hidup di lini tengah. Mentalitas para pemain juga dipertanyakan setelah bermain buruk saat melawat ke Palermo (0-2) dan di kandang dari Pescara (1-1). Begitu Serie A mencapai akhir, hanya Coppa Italia tampaknya yang memberi harapan trofi. Kemenangan agregat 5-3 atas Inter menciptakan all-Roman final melawan Lazio, yang bagi kedua tim merupakan menang atau tidak sama sekali. Dan Roma akhirnya kalah. Bermain gugup dan jauh sekali dari performa terbaik mereka, Roma jarang mengancam gawang Lazio sebelum ataupun sesudah gol Senad Lulic. Pablo Osvaldo mengakhiri musim dengan konflik lain dengan Andreazzoli, meski menjadi top scorer Roma musim ini, sikapnya dan konflik dengan rekan setim membuatnya dibenci banyak suporter. Dengan musim depan kembali tidak bermain di Eropa dan dua kegagalan memilih pelatih, James Pallotta dan manajemen klub sadar bahwa musim panas ini mereka harus bisa memperbaiki tim jika tidak ingin proyek yang mereka rintis hancur berkeping-keping. Agen Ibcbet Indonesia