Apakah Milan Bisa Melaju Kembali Ke Performa Puncak

Apakah Milan Bisa Melaju Kembali Ke Performa Puncak

Apakah Milan Bisa Melaju Kembali Ke Performa Puncak

Perubahan memang sering menyakitkan. Apalagi kemudian perubahan itu berlangsung dengan sangat cepat. Mereka yang tidak siap atau tidak bisa beradaptasi maka akan tertinggal. Mungkin perubahan sebenarnya diperlukan untuk pergantian yang bisa membuat sebuah kesuksesan dan kejayaan. Itulah kemudian yang terjadi pada AC Milan sang pemegang 18 kali scudetto Serie A. Milan memutuskan untuk membuat kebijakan mengeluarkan para pemain veteran mereka dan memulai sebuah pembangunan kembali. Sepertinya langkah tersebut biasa saja saat il diavolo rosso bertengger di posisi runner-up kemudian ketiga pada dua musim terakhir. Tetapi, kemudian Milan benar-benar berpisah dengan para pemain Golden Age mereka ketika melepas Massimo Ambrosini.

Milan seperti kehilangan identitas dan sekarang sudah tertinggal 19 poin dari pemimpin klasemen sementara Liga Italia As Roma. Walaupun memang baru memainkan 12 pertandingan musim ini tetapi rasa frustasi sudah muncul ke permukaan di segenap penjuru stadion San Siro. Para pendukung Ultras Milan sebenarnya menginginkan pergantian menyeluruh dari mulai pelatih dan manajemen Milan. Incaran utama mereka memang pelatih Massimiliano Allegri tetapi nampaknya dia tetap bisa bekerja dengan tenang karena ada jaminan dari pemilik klub bahwa pekerjaannya akan tetap aman. Karena menurut pemilik klub Allegri masih benar dalam menjalankan sistem kepelatihannya. Dia hanya perlu waktu lagi seperti musim lalu.

Musim lalu Milan memang terseok-seok di etape pertama Serie A tetapi kemudian Milan bangkit dengan membukukan kemenangan berurutan sebanyak tujuh kali kemudian seri kemudian menang hingga akhirnya mereka bisa sampai menjadi salah satu pesaing serius scudetto walau akhirnya mereka hanya dapat menembus zona Liga Champions Eropa saja. Seni mengatur sebuah tim sepakbola memang cukup rumit bahkan lebih rumit daripada sains sekalipun. Karena tidak ada hitungan dan dasar yang pasti untuk menentukan seorang pemain bisa mencetak gol. Dan itulah problem mendasar Milan saat ini: Mereka tidak cukup banyak mencetak gol. Bahkan kemudian Milan diejek dengan kalimat draw is the new winning karena Milan tidak bisa mencetak gol akhirnya berakhir dengan skor kaca mata atau hanya bisa menyamakan kedudukan.

Tidak dapat dihindarkan memang kemudian masalah ini ditimpakan kepada Mario Balotelli. Karena sebenarnya Super Mario musim lalu seorang diri menaikkan Milan dari papan tengah ke papan atas Liga Italia. Walaupun Allegeri mempunyai para penyerang seperti Giampaolo Pazzini dan Alessandro Matri plus bakat muda Sharawy dan ditambah Robinho, tetapi kemandulan Milan seolah seperti tidak selesai. Kemudian, Milan mendatangkan Kaka untuk memecahkan persoalan. Tetapi masalahnya tim yang Kaka bermain sekarang berbeda dengan Milan sebelumnya saat Kaka mencapai kejayaan bersama Milan dengan merebut Liga Champions Eropa. Maka, jawaban pertanyaan di atas hanya bisa dijawab oleh permainan punggawa Milan sendiri. Bisa dan mampukah?