Barcelona Tidak Pernah Belajar Dari Kekalahan

Barcelona Tidak Pernah Belajar Dari Kekalahan

Barcelona Tidak Pernah Belajar Dari Kekalahan

Barcelona Tidak Pernah Belajar Dari Kekalahan – Dari sekian banyak tim – tim raksasa di Eropa Barcelona mungkin bisa dikatakan sebagai salah satu tim yang paling setia menggunakna skema dan permainan yang hampir serupa sejak lama. Sejak memperkenalkan sepak bola kaki ke kaki atau lebih dikenal dengan nama tiki – taka di tahun 2007 praktis Barcelona hingga saat ini tak pernah merubah secara drastis tiper permainan mereka. Sejak dilatih Frank Rijkard hingga kini kursi pelatih di tempati oleh Gerardo Martino satu – satunya perubahan yang ada pada Barcelona hanyalah para pemain yang berganti saja dari musim ke musim sedangkan dari segi permainan Barcelona telah sejak lama dikenal sebagai tim yang bermain dengan mengandalkan bola – bola pendek dan penguasaan bola yang sangat tinggi.

Hal ini jelas menimbulkan banyak tim yang telah mengetahui kelemahan dari skema permainan Barcelona tersebut. Kegagalan Barcelona dalam menembus final Liga Champions Eropa dua musim lalu dimana mereka kala itu dikalahkan oleh Chelsea pada babka semi final Liga Champions Eropa memang seperti menjadi pukulan telak bagi skema permainan tiki – taka ala Barcelona. Dengan permainan sepak bola pragmatis ala Chelsea yang juga disebut formasi parkir bus ala Roberto Di Matteo nyatanya ketajaman dan kegarangan Barcelona bisa di hentikan dan bahkan kala itu Chelsea berhasil meraih satu tiket pasti ke babak final sebelum akhirnya meraih gelar juara Liga Champions Eropa.

Pada musim lalu kejadian yang hampir sama kembali terulang dan kini Barcelona harus menghentikan perjalannya ke babak final setelah di partai semi final mereka di hancurkan Bayern Munchen di dua pertandingan kandang dan tandang. Hal ini sudah menandakan bahwa sudah banyak yang mengetahui kelemahan Barcelona namun Barcelona sendiri tak pernah belajar dari kekalahan – kekalahan tersebut dan terus mengulang kesalahan yang sama di musim – musim berikutnya. Meski mampu bersaing di papan atsa tabel klasemen La Liga Spanyol namun Barcelona harus berjuang ekstra keras untuk bisa merebut posisi puncak klasemen dari tangan Atletico Madrid.

Barcelona Tidak Pernah Belajar Dari Kekalahan – Bahkan menghadapi lawan yang sama di babak perempat final Liga Champions Eropa di musim ini Barcelona harus mengakui keunggulan klub asal kota Madrid tersebut. Bermain imbang 1 -1 pada pertemuan pertama di Camp Nou Barcelona datang ke Vicente Calderon dengan kepercayaan diri tinggi. Sayang kekalahan dengan skor tipis 1 – 0 membuat mereka akhirnya harus tersingkir untuk pertama kalinya sejak tahun 2007 di babak perempat final. Meski mampu menguasai penguasaan bola nyaris 64% dan berhasil menciptakan lima tendangan ke arah gawang namun nyatanya Barcelona tetap harus menderita kekalahan dan mengakhiri perjalanan mereka di ajang Liga Champions Eropa di musim ini.